Uncategorized

Harapan Driver Ojol Jatinangor Naiknya Pertamax Semoga Tidak Berdampak Ke Pertalite

0

Sumedang, telepastinews.com | Memasuki Bulan April, masyarakat disambut dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Berdasarkan pengumuman resmi perseroan, harga Pertamax per 1 April 2022 naik menjadi Rp 12.500,- per liter dari sebelumnya Rp 9.000,- per liter.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, Irto Ginting, dalam keterangan resmi Kamis malam, mengatakan untuk daerah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5% dan harga sebelumnya Rp 9.000 per liter, maka harga bensin Pertamax dinaikkan menjadi Rp 12.500 per liter, berlaku mulai 1 April 2022 pukul 00:00 waktu setempat, yang dikutip CNBC Indonesia.

Dengan kenaikan Pertamax tersebut semoga tidak berdampak ke BBM jenis Pertalite.

Seperti yang dialami salah seorang driver ojeg online jatinangor, Iwan Babeh (45) harus mengantri panjang untuk mendapatkan bbm jenis pertalite tersebut, sedangkan untuk seorang ojol waktu sangat berpengaruh sekali karena berdampak ke orderan.

Iwan menuturkan, “Saya sangat keberatan sekali dengan kondisi seperti sekarang ini, karena pendapatan tidak sesuai dengan harga-harga kebutuhan yang pada naik, itu yang kami rasakan sangat berat sekali, dengan adanya kenaikan Pertamax ini, ” Ujar Iwan saat di wawancara, Sabtu (2/4/2022)

BACA JUGA :  Ketua DPP KNPI Haris Pertama mengajak pemuda untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan bersama melawan korporasi yang merusak kelestarian alam

Dengan kenaikan Pertamax ini masyarakat yang biasa kendaraannya diisi dengan Pertamax karena mahal, secara otomatis beralih ke Pertalite, dan akan mengakibatkan tambahaan antrian saat mengisi Pertalite.

“Dengan kondisi antrian yang panjang ini sangat berpengaruh sekali bagi kami sebagai driver online yang dikejar waktu, karena untuk menjalankan aktivitas ojol BBM sangat diperlukan, ” Pungkasnya.

Menurut iwan dengan kondisi Jatinangor yang mahasiswa belum aktif 100% sangat berpengaruh sekali untuk kami, karena hampir 85% orderan ojol di Jatinangor sumbernya dari mahasiswa, makanya semenjak libur mahasiswa karena Covid-19 ini, otomatis pendapatan Ojol menurun sangat drastis sekali.

Iwan berharap, “semoga dengan naiknya Pertamax ini, tidak berdampak ke persediaan Pertalite, dan semoga perekonomian di Jatinangor cepat pulih kembali.” Harapnya.

Karena satu-satunya penghasilan saya untuk membiayai keluarga hanya di ojol ini.

(Asep R)

Wapres : Puasa Momentum Tingkatkan “Taqarrub” dan Introspeksi Diri

Previous article

Kapolres Sumedang Gelar Shalat Tarawih Pertama Bersama Anak Yatim

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *