Pendidikan

Garut Terapkan Tata Kelola Sekolah dari Manual ke Digital

0

Garut, telepastinews.com – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat meluncurkan program penerapan tata kelola sekolah dari sistem manual menjadi digital untuk memudahkan dan meminimalisasi hilangnya berkas maupun arsip penting di lingkungan pendidikan.

“Program ini mengubah tata kelola manual ke arah digital, sehingga hal ini akan meminimalisir hilangnya berkas dan arsip ketika terjadi bencana ataupun hilang dimakan usia,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ade Manadin saat peluncuran program pengalihan data manual ke digital di Harmoni, Garut, Kamis (6/10/2022).

Ia menyebutkan, program itu diberi nama Strategi Peningkatan Tata Kelola Sekolah Melalui Sistem Manajemen Sekolah Berbasis Keunggulan (SAPINTAS SMSBK) dengan menyajikan beberapa fitur yang akan memudahkan penyimpanan data sekolah.

Fitur yang ada dalam program itu, kata Ade, di antaranya inventarisasi dokumen sekolah, program dan kegiatan sekolah, laporan kinerja sekolah, dan laporan hasil belajar siswa, kemudian terintegrasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan sekolah, kemudian guru, pengawas, dan siswa.

“Kepala sekolah bisa mengakses ke guru dan anak, sekaligus orang tua pun bisa mengakses kepada anaknya, atau kepada sekolahnya, bagaimana nanti minat belajar anak, mutu anak, prestasi anak bisa diakses di situ,” katanya.

Meskipun sudah menerapkan sistem teknologi baru, kata Ade, pihaknya tetap mempertahankan nilai-nilai, seperti saling mengasihi, menjaga, dan mebimbing sebagai salah satu nilai yang dikembangkan dalam program tersebut.

Sementara program itu, kata dia, diterapkan di tiga sekolah yakni tingkat TK Pembina, SDN 1 Gentramasekdas, dan SMPN 1 Tarogong Kaler dan secepatnya akan diberlakukan di sekolah lain. “Mudah-mudahan ini adalah sebuah obat untuk semua lembaga pendidikan yang di Kabupaten Garut agar permasalahan data terjawab dengan ini,” katanya.

Kepala SMPN 1 Tarogong Kaler, Ahmad Hanafiah menyambut baik adanya program SAPINTAS SMSBK yang selama ini dibutuhkan oleh sekolah.

Ia berharap program tersebut terus berkembang dan berkelanjutan dalam rangka memberikan kemudahan dalam menjalankan sistem pendidikan.

“Saya sebagai pengguna daripada kegiatan ini di lapangan, ini sangat mengapresiasi dan juga menyambut kehadiran dari program SAPINTAS SMSBK ini, karena ini merupakan transformasi dari pelayanan yang sifatnya offline ke online,” katanya.

 

Dedi Ardiana/Ant

Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Anak Berkedok Yayasan “Ayah Sejuta Anak”

Previous article

3 Debt Collector di Bandung Keroyok dan Tusuk Nasabah hingga Terkapar

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan